Membaca Ulang Kisah Nabi Yusuf (Bagian 7): Hasad, Penyakit Hati yang Menggerogoti Keluarga
Dalam Tafsir Al-Munir dijelaskan bahwa kata “kesesatan” yang digunakan dalam ayat ini bukan bermakna kekufuran, melainkan kesalahan penilaian menurut mereka. Namun pilihan kata itu menunjukkan betapa jauhnya hati mereka telah bergeser.
Hasad, menurut az-Zuhaili, menutup pintu adab. Anak yang dikuasai iri akan kehilangan rasa hormat, bahkan kepada orang tuanya sendiri.
As-Sa’di menulis bahwa hasad membuat seseorang menginginkan hilangnya nikmat orang lain, meskipun ia sendiri tidak mendapat manfaat apa pun. Hasad inilah penyakit yang paling sering menghancurkan hubungan keluarga, karena ia tumbuh dari perbandingan dan tidak pernah puas.
Ucapan saudara-saudara Yusuf dapat dilihat sebagai gejala rusaknya tatanan batin. MKetika hasad berkuasa, seseorang tidak lagi melihat realitas apa adanya, tetapi melalui kacamata luka. Hasad adalah awal dari kezaliman, karena ia membungkus kebencian dengan alasan moral.
Dalam perspektif parenting, hendaknya orang tua harus peka terhadap tanda-tanda awal hasad di antara anak-anak. Perbandingan antar anak, favoritisme yang tidak dijelaskan, dan kurangnya ruang dialog bisa menjadi pemicu.
Maka disini terasa betapa pentingnya menanamkan rasa syukur sejak dini. Anak yang terbiasa mensyukuri perannya sendiri akan lebih sulit dikuasai iri terhadap peran saudaranya. Orang tua juga perlu mengajarkan bahwa cinta tidak selalu tampak sama, tetapi nilainya setara. Ketika anak memahami ini, hasad tidak mudah tumbuh.
Di zaman kompetisi, hasad sering disamarkan sebagai ambisi. Anak-anak tumbuh dalam budaya perbandingan, baik di rumah maupun di luar. Tanpa pendampingan, perbandingan itu berubah menjadi luka batin.
Tulisan ini mengingatkan bahwa hasad bukan sekadar masalah moral, tetapi masalah relasi. Ia tumbuh ketika anak merasa dirinya tidak cukup, tidak diakui, atau tidak dipahami. Kisah Yusuf mengajarkan kepada kita bahwa hasad yang dibiarkan akan selalu mencari jalan keluar, dan sering kali jalannya adalah kerusakan.
