Dulu Kawan, Sekarang Mungkin akan Jadi Lawan
Pertanyaan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap diplomasi internasional, melainkan refleksi atas nilai yang selama ini dijaga bangsa Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina serta menjunjung tinggi prinsip keadilan global. Oleh karena itu, setiap langkah kerja sama internasional diharapkan tetap sejalan dengan nilai tersebut.
Dalam perspektif Islam, perdamaian tidak hanya berarti berhentinya konflik, tetapi juga tegaknya keadilan. Islam mengajarkan prinsip al-‘adl (keadilan) dan amanah (tanggung jawab) dalam kepemimpinan. Kerja sama dengan pihak mana pun diperbolehkan selama membawa kebaikan dan tidak mengabaikan pihak yang tertindas. Al-Qur’an dalam Surah Al-Maidah ayat 2 mengingatkan agar manusia saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, bukan dalam hal yang dapat menimbulkan ketidakadilan.
Nilai tersebut menjadi pengingat bahwa perdamaian tidak cukup diwujudkan melalui forum atau jabatan internasional. Perdamaian harus terasa nyata bagi mereka yang sedang mengalami konflik. Ketika pihak yang paling terdampak justru tidak dilibatkan, maka wajar apabila muncul pertanyaan dari masyarakat.
Realitas politik global memang penuh kepentingan dan perubahan. Negara yang dahulu terlihat sebagai kawan bisa saja berada pada posisi berbeda ketika arah kebijakan tidak lagi sejalan dengan nilai kemanusiaan yang diyakini bersama.
Judul “Dulu Kawan, Sekarang Mungkin akan Jadi Lawan” menggambarkan kegelisahan tersebut. Kedekatan diplomasi yang tidak disertai kehati-hatian berpotensi menimbulkan persepsi baru, baik di mata dunia maupun di hati rakyat sendiri.
Pada akhirnya, perdamaian bukan sekadar nama program atau simbol politik internasional. Perdamaian sejati lahir dari keberanian menjaga keadilan, konsistensi nilai, dan keberpihakan terhadap kemanusiaan. Sikap kritis masyarakat menjadi bagian penting agar setiap langkah bangsa tetap selaras dengan prinsip moral, ajaran agama, serta cita-cita perdamaian dunia yang sesungguhnya.
#Catatan: Ketika tulisan ini dikirimkan ke redaksi belum terjadi penyerangan Amerika dan Israel yang notabene anggota Board of Peace ke Iran yang jelas-jelas bertentangan dengan prinsip perdamaian.
