Solusi Palestina dalam Al-Quran

Palestina telah dijajah lebih dari setengah abad. Berbagai resolusi, perundingan, perjanjian semua telah dicoba berulang dan selalu diinjak oleh kaki kotor zionis. Ini menegaskan bahwa penjajahan di Palestina oleh zionis tidak akan pernah bisa dituntaskan melalui badan manapun yang dibentuk oleh para pembenci Islam. Tidak akan selesai di meja perundingan yang timpang.

Solusi untuk membebaskan Palestina telah terang benderang dalam Al-Qur’an Al-Karim. Allah Swt telah memerintahkan kaum muslimin untuk berjihad ketika mereka diperangi.

“Jika mereka memerangi kalian maka perangilah mereka. Demikianlah balasan setimpal bagi  kaum kafir.” (TQS. Al-Baqarah: 191)

Jelaslah, bahwa balasan yang setimpal untuk zionis yang sudah sangat bengis dalam menggenosida rakyat Palestina adalah jihad di jalan Allah. Mereka telah mengusir, merampas tanah kaum muslimin dan membunuh kaum muslimin dengan cara-cara yang amat biadab. Bahkan terbaru mereka menggunakan bom dengan suhu diatas 2500 derajat celcius yang membuat tubuh rakyat Gaza menguap tanpa sisa. Apakah layak kejahatan demikian diselesaikan dengan bersalaman tangan wahai pemimpin muslim??.

Baca Juga  Gaya Hidup Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19

Sayangnya, hari ini jihad melawan zionis hanya dilakukan ditataran kelompok-kelompok mujahidin dan belum dilakukan oleh negeri muslim manapun. Padahal, jumlah tentara zionis amat minimalis bahkan mereka harus merekrut tentara bayaran. Oleh karena itu, dengan mengerahkan ratusan ribu tentara saja sebenarnya sudah bisa menghentikan kebrutalan zionis selama ini.

Tapi lagi-lagi inilah kondisi umat tanpa institusi pemersatu mereka (Khilafah). Kondisi umat Islam tidak berdaya, tercerai berai oleh sekat nasionalisme dan kepemimpinan yang tunduk pada barat. Maka jihad tidak bisa berjalan optimal tanpa komando dari Khalifah sebagai pemimpin yang mempersatukan umat Islam.

Khilafah: Kebutuhan Mendesak

Amerika sebagai negara adidaya bisa semena-mena pada ummat Islam sebab belum ada negara Islam yang mampu menandingi kedigdayaannya. Karena itu, untuk menuntaskan penjajahan Zionis yang disokong oleh negara-negara besar barat utamanya Amerika, maka umat Islam butuh satu institusi negara yang kuat dan menyatukan ummat ialah Khilafah. Rasul Saw bersabda, “Imam (khalifah) adalah perisai (pelindung)…(HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga  Keracunan Makan Bergizi Gratis Berulang, Bagaimana Solusi Islam?

Imam Nawawi rh mengatakan “(Imam/Khalifah itu) seperti pelindung. Sebabnya, ia menghalangi musuh untuk menyakiti kaum muslim…”

Terbukti sepanjang sejarah hanya Khilafah yang mampu memiliki posisi tawar yang tegas dan menandingi zionis maupun negara adidaya seperti Romawi atau Amerika.

Pada masa Sultan Abdul Hamid II (Kekhilafahan Utsmaniyyah) seorang tokoh zionis Yahudi Theodor Herzl pernah menawarkan harta yang sangat besar untuk memiliki  beberapa jengkal tanah Palestina. Namun, Khalifah yang saat itu bisa mencium maksud jahat tokoh zionis tersebut dan dengan tegas menolak, “Aku tidak akan menyerahkan walau sejengkal tanah itu! Ia bukan milikku. Ia adalah milik umat Islam!”

Ketegasan Khalifah menunjukkan penjagaan yang mulia terhadap tanah suci Al-Quds. Beliau mencampakkan harta yang fantastis untuk menjaga tanah umat Islam. Berbeda jauh dengan sikap penguasa muslim hari ini.

Pada era kekhilafahan Islam pula Khalifah pernah menyerang dan mengalahkan salah satu negara kuat pada masanya yaitu romawi saat mereka mengirim surat bernada meremehkan dan menolak membayar jizyah sebagai bentuk ketundukan pada negara Islam. Sultan Harun  dengan tegas membalas surat romawi dan mengirimkan pasukan yang akhirnya membuat romawi tunduk.

Baca Juga  Erick Thohir: Kandang Indonesia, Kandang Palestina Juga

Bahkan dalam sejarah, Prancis dan Amerika juga pernah bertekuk lutut dihadapan negara Islam. Pada masa Khalifah Abdul Hamid II, Prancis ingin menyelenggarakan pentas yang menghina Nabi Muhammad. Namun, Khalifah dengan tegas jika pentas tersebut tidak dihentikan maka jihad akan terbuka ke Prancis. Prancis memilih menghentikan pentas tersebut dan tidak berani menghina Nabi Saw.

Amerika juga pernah pada abad ke-18 terpaksa membayar upeti/jizyah kepada Khalifah Utsmaniyyah agar kapal-kapal mereka dapat melintas dengan aman di Afrika Utara.

Demikianlah, bahwa keberadaan Khilafah dalam menjaga tanah Palestina dan darah kaum muslimin Palestina sangat mendesak. Dengan adanya Khilafah kaum muslimin akan mampu menghadapi negara-negara penjajah, mengkomando jihad fi sabilillah, serta mengalahkan musuh yang telah lama menjajah negeri muslim. Hanya dengan solusi jihad dan khilafah perang Palestina dapat berakhir dan umat akan mendapatkan kemuliaannya kembali. Wallahu’alambisawwab.