Polisi Tetapkan Satpam PT PMM dan 2 Sopir Tersangka Penganiayaan Wartawan TV One
Setelah foto dihapus, truk tersebut masuk ke dalam area gudang.
Tak lama berselang, sebuah mobil minibus Toyota berwarna silver datang ke lokasi. Dua satpam yang sebelumnya berbincang dengan wartawan menghampiri mobil tersebut.
Seorang pria yang keluar dari kendaraan memperlihatkan tanda pengenal, lalu bersama dua satpam masuk ke dalam kawasan gudang dan meminta wartawan menunggu di luar.
Beberapa saat kemudian, truk yang sebelumnya masuk kembali keluar dari area gudang. Saat itulah Dedy kembali mencoba mengambil gambar.
Namun, sopir truk diduga melihat aksi tersebut dan langsung turun dari kendaraan lalu memukul Dedy di bagian wajah.
“Dengan nada ancaman dia mengatakan ke Dedy, ‘tunggu saja kamu di sini, saya panggil kawan-kawan saya,’” ungkap Wahyu.
Melihat situasi semakin tidak kondusif, Wahyu Kurniawan bersama Frendy Primadana berupaya meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
Namun saat hendak pergi, seorang satpam diduga menarik baju Frendy dari belakang hingga membuatnya terjatuh dari motor yang dikendarai Wahyu.
“Aku berhasil lolos, tapi Frendy dan Dedy sempat tertahan oleh pihak keamanan perusahaan,” kata Wahyu.
Beberapa saat kemudian Wahyu mencoba menghubungi Frendy untuk memastikan kondisi mereka.
“Frendy meminta saya mencari bantuan agar mereka bisa keluar dari lokasi gudang PT PMM,” ujarnya.
Sementara, Frendy Primada menyebut dirinya saat berada di pabrik PT PMM sempat ditendang di bagian hidungnya hingga bercucuran darah.
Ia bersama Dedy juga diintimidasi untuk membuat video agar tidak lagi melakukan liputan di wilayah PMM jika tidak maka Frendy dan Dedy akan dibunuh.
“Karena dalam posisi terancam, kami mengikuti apa yang dikatakan mereka untuk membuat video agar tidak melakukan liputan di sana,’ kata Frendy.
Ia berharap penganiayaan ini diusut tuntas karena dirinya menyebut telah berencana pulang dan tidak liputan di sana.
Tetapi malah dianiaya. “Kita minta diusut tuntas kasus ini,” kata Frendy.
