Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap untuk Masa Depan?
Indonesia akan kesulitan bersaing dengan negara-negara lain dalam inovasi dan teknologi jika kemampuan literasi dan numerasi masyarakat rendah.
Laporan UNICEF (2023) kekerasan dan perundungan di sekolah masih menjadi masalah serius, yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa.
Tidak hanya beberapa hal di atas yang menjadi masalah pendidikan yang sering kita jumpai. Kualitas guru yang masih perlu ditingkatakan terutama dalam penggunaan teknologi dan metode pengajaran inovatif juga menjadi salah satu alasannya.
Indonesia sebenarnya tidak kekurangan orang pintar, hanya saja Indonesia masih minim orang yang peduli akan kemajuannya. Ini bisa dilihat dengan banyaknya orang-orang yang melanjutkan pendidikan S2 dan S3, bahkan ada yang sampai keluar negeri demi melanjutkan pendidikannya.
Seperti beberapa waktu belakangan ini isu terkait mahasiswa peraih LPDP yang telah menimbulkan kontroversi karena tidak kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi mereka di luar negeri. Padahal mereka sudah menandatangani perjanjian untuk mengabdi di Indonesia selama dua kali masa ditambah satu tahun.
Tidak hanya sampai di situ saja, hal lain yang menjadi permasalahan adalah terjadinya “inflasi gelar” yang dapat menurunkan nilai gelar akademis. Hal ini muncul karena banyaknya orang yang melanjutkan pendidikan dengan tujuan bukan untuk tujuan mulia, seperti meningkatkan kemampuan dan kontribusi pada masyarakat bukan hanya menambah gelar saja.
Selain itu munculnya fenomena “gelarisme”, yaitu orang-orang yang mengambil gelar S2 dan S3 hanya untuk meningkatkan status sosial dan gaji.
Sekian banyaknya permasalahan yang ada dalam pendidikan Indonesia masa kini, bukan berarti tidak ada kemajuan yang kita alami. Di bawah ini adalah beberapa kemajuan yang kita rasakan setelah beberapa usaha yang dilakukan:
- Program merdeka belajar telah memberikan fleksibilitas bagi guru dan siswa dalam belajar
- Penggunaan teknologi dalam pendidikan telah meningkat drastis, terutama semenjak pandemi COVID-19
- Peningkatan akses pendidikan di daerah terpencil melalui program beasiswa dan infrastruktur pendidikan.
Apakah Kita Sudah Siap?
Apakah kita sudah siap? Pertanyaan ini baiknya menjadi renungan yang sangat panjang bagi kita semua. Sistem pendidikan Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, namun ada harapan untuk masa depan. Dengan peningkatan investasi dalam pendidikan, pelatihan guru, dan pengembangan kurikulum yang relevan, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menghadapi tantangan masa depan.
Namun dibutuhkan keberanian untuk meninggalkan cara-cara dan pola pikir yang lama serta beradaptasi dengan perubahan zaman. Pendidikan yang baik tidak hanya menjawab kebutuhan masa ini tetapi mempersiapkan masa depan yang belum pasti.
Kalimat tersebut sangat relevan dengan ajaran Islam. Dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS Al-Ra’d:11)* Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dan kita harus berani meninggalkan cara-cara lama yang tidak sesuai dengan kebutuhan zaman.
Dalam haditnya, Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dalam agama.”(HR Bukhari dan Muslim) Hadist ini menunjukkan bahwa orang yang beriman harus selalu berusaha memahami dan mengadaptasi diri dengan ajaran agama dan kebutuhan zaman. Begitupun halnya dalam dunia Pendidikan Indonesia. Mari kita sama-sama berbenah untuk menyongsong Indonesia EMAS.
