Menghidupkan Potensi Zakat, Mengurangi Kemiskinan di Bangka Belitung

Oleh: Sari Sa’ban — Kepala Perwakilan LAZ Sidogiri Bangka Belitung

Di era sekarang, kemiskinan masih menjadi persoalan sosial yang tidak dapat diabaikan, termasuk di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Meski dikenal sebagai daerah penghasil timah dan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, kenyataannya masih ada puluhan ribu masyarakat yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, bahwa pada September 2024 jumlah penduduk miskin di Bangka Belitung mencapai sekitar 78,58 ribu orang atau sekitar 5,08 persen dari total penduduk. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Baca Juga  Ganjaran dan Besarnya Tanggung Jawab Mengasuh Anak Perempuan

Bahkan, kemiskinan juga menunjukkan kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Tingkat kemiskinan di desa tercatat lebih tinggi dibandingkan di kota. Kondisi tersebut menandakan bahwa masyarakat di wilayah perdesaan masih menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat, baik karena keterbatasan akses pekerjaan, pendidikan, ataupun peluang usaha.

Nah, di tengah persoalan tersebut, masyarakat sebenarnya memiliki instrumen sosial yang sangat potensial untuk membantu mengurangi kemiskinan, yaitu zakat. Dalam ajaran Islam, zakat bukan sekadar ibadah individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat sebagai sarana distribusi kekayaan.

Anjuran Islam

Al-Qur’an sendiri menegaskan prinsip ini dalam Surah al-Hasyr ayat-7 bahwa agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang kaya saja. Dengan kata lain, zakat merupakan mekanisme keadilan sosial yang bertujuan membantu kelompok masyarakat yang lemah secara ekonomi.

Baca Juga  5 Tips Ajarkan Anak Menjalani Puasa Pertamanya

“Harta rampasan (fai’) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” al-Hasyr (ayat-07)

Angka Fantastis

Pada intinya, jika dikelola secara optimal, zakat memiliki kekuatan ekonomi yang sangat besar. Secara nasional, kajian yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkirakan potensi zakat di Indonesia mencapai lebih dari Rp300 triliun per tahun. Namun realisasi penghimpunan zakat masih jauh di bawah potensi tersebut.

Baca Juga  Tebar Berkah di Hari Santri: LAZ Sidogiri Babel Sentuh Kebaikan untuk Masa Depan Pesantren Bangka Belitung

Hal yang sama juga terjadi di Bangka Belitung. Potensi zakat diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam dan banyak masyarakat yang memiliki penghasilan dari sektor perdagangan, perkebunan, pertambangan, maupun jasa.