Karya: Laudia Syahrah

Di ufuk hari, dua takdir bertentangan dengan suara
Garis takdir membawa riwayat hidup perlahan tiada
Dua jiwa ditafsir tak akan lama, akan perlahan mereda
Dibatasi waktu yang akhirnya menutup cerita

Tapi tahukah? Langkah ditakdirkan di lengkung senja
Adalah luka lama yang belajar reda
Batin bisa berdebat antara tetap tinggal atau sirna
Sementara waktu tetap terus menulis akhirnya
Namun hal gila dari senja, dirinya tak pernah tinggal selamanya

Baca Juga  Bangka Selatanku Tercinta