Wabup Bangka Tengah Sebut Pekerja Non-Formal Picu Kontradiksi Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan

BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID – Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda menilai meningkatnya angka kemiskinan di tengah tingginya pertumbuhan ekonomi di daerahnya dipengaruhi banyaknya masyarakat yang bekerja di sektor non-formal.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangka Tengah pada 2025 mencapai 6,06 persen dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun pada periode yang sama, angka kemiskinan justru tercatat meningkat menjadi 6,70 persen.

Menurut Efrianda, kondisi tersebut tidak lepas dari banyaknya masyarakat yang bekerja di sektor non-formal, seperti pertambangan tradisional yang secara aturan belum sepenuhnya legal.

Ia menjelaskan, para pekerja di sektor tersebut pada kenyataannya tetap memiliki penghasilan, namun tidak tercatat dalam indikator pengukuran statistik Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca Juga  Keterbatasan Tak Jadi Penghalang, 6 Siswa Disabilitas Bateng Ikut Perkemahan Nasional di Cibubur

“Sementara kita berkesimpulan hal itu terjadi karena banyaknya sektor non-formal. Mereka sesungguhnya bekerja, tapi tidak masuk dalam kategori data pengukuran statistik,” ujar Efrianda usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Bangka Tengah, Senin (16/3/2026).

Ia mencontohkan pekerja di sektor pertambangan tradisional yang tidak terdata secara resmi, namun tetap menghasilkan pendapatan.

“Seperti mereka di sektor pertambangan tradisional, tidak terdata tapi mereka menghasilkan uang dan meningkatkan ekonomi,” katanya.