Bulan Ramadan yang kasih sayang (rahmat) dan ampunan ini bisa menjadi ikhtiar untuk bangkit dari kefuturan. Bulan Ramadan membuat kita bersemangat untuk meraih pahala yang melimpah dan lebih maksimal untuk meng-charge iman, seperti melaksanakan kewajiban ibadah lebih maksimal, dan kita diberi kesempatan meraih pahala lewat ibadah-ibadah sunah.

Pertolongan pertama di saat kita sedang futur ialah berdoa meminta pertolongan kepada Allah untuk di beri petunjuk (hidayah). Jangan tunggu hidayah itu datang, tapi jemputlah hidayah itu. Maka cara menjemput hidayah itu dengan berdoa kepada Allah SWT. Karena doa adalah senjata utama kita sebagai hamba Allah.

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadis qudsi:

Baca Juga  Eksperimen Seru dan Kreatif, Science Fair SDIT Alam Cahaya Jadi Sorotan

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua adalah tersesat, kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu petunjuk.” (HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu)

Setelah kita berdoa, langkah selanjutnya ialah berusaha mempertahankan keimanan kita. Jika futur melanda, setidaknya kita tidak meninggalkan ibadah wajib seberat apapun itu. Begitupun dengan kemaksiatan, jangan kita lakukan, semenarik apapun kemaksiatan itu.

Tak lupa pula untuk selalu mengingat Allah dengan rutin berzikir, karena zikir adalah amalan yang paling ringan dan mudah untuk kita lakukan, tetapi timbangannya berat. Saat futur, kita hanya butuh Allah. Jadi buatlah Allah ingat dengan kita. Maka tidak ada cara lain lagi untuk mencari perhatian Allah selain dengan berzikir kepada Allah (Zikrullah).

Baca Juga  Peduli Palestina, SDIT Alam Cahaya Galang Dana di Pasar Toboali

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, semoga Allah menganugerahkan kepada kita lingkungan yang di dalamnya terdapat orang-orang yang selalu mengingatkan kita pada kebaikan, serta semoga kita menjadi hamba yang selalu melibatkan Allah di setiap urusan kita. Ayo dahulukan Allah. Allah dulu, Allah lagi, dan Allah terus.