Apalagi, jalur ini merupakan urat nadi logistik dan akses utama menuju Pelabuhan Tanjung Kalian yang saat ini sedang ramai menjelang arus mudik lebaran 1447 H.

“Kami mendesak agar perbaikan lanjutan segera dilakukan sebelum memakan korban jiwa. Terutama pada titik-titik rawan kecelakaan yang pengerjaannya terkesan digantung meskipun sudah ditandai,” kata Zubir, masyarakat yang hendak mudik ke Provinsi Lampung.

Ia mengatakan, perbaikan sebagian di lapangan sangat ia apresiasi. Akan tetapi, ia menyayangkan mengapa perbaikan tidak dilakukan menyeluruh. Alasannya, ada momen besar yang sedang berjalan saat ini yaitu arus mudik lebaran.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya ya, apa karena memang anggaran terbatas atau kontrak kegiatannya baru dimulai. Saya rasa itu nanggung sekali karena tidak diperbaiki menyeluruh, karena di lapangan, yang rusak dan belum diperbaiki itu ada beberapa yang sudah cukup parah,” katanya.

Baca Juga  Gaet Wisatawan, Pemkab Bangka Barat akan Gelar 41 Event di Tahun 2024

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya mengonfirmasi pihak BPJN Bangka Belitung. Sebagai perpanjangan tangan pusat dalam menangani kondisi jalan nasional.

Dilansir, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung (Babel) menyiapkan anggaran sebesar Rp 140 miliar untuk pemeliharaan rutin jalan dan jembatan serta penggantian 2 jembatan di Kabupaten Belitung.

“Untuk kegiatan reservasi jalan dan jembatan di 2026 ini total pendanaan kita sekitar Rp 140 miliar. Dana itu untuk pemeliharaan rutin dan penggantian 2 jembatan yang kita laksanakan secara berkala dan kita akan update progressnya,” kata Kepala BPJN Babel, Susan Novellia di Pangkalpinang, Kamis (26/2/2026) lalu.