“Kami sangat berterima kasih. Dengan adanya takjil ini, kami bisa berbuka bersama keluarga tanpa harus repot mencari tempat makan lagi. Sangat praktis,” ujar Riki, salah satu pemudik yang tampak lega karena efisiensi waktu perjalanannya terbantu.

Bagi Iptu Rusdi, aksi ini lebih dari sekadar membagikan makanan. Ini adalah misi kemanusiaan. Ia sadar betul bahwa perjalanan jauh di tengah ibadah puasa menguras energi yang luar biasa.

“Kami ingin mereka merasa didampingi. Ini bentuk kasih sayang kami agar para pemudik merasa punya teman di jalan,” ungkap Iptu Rusdi di sela kegiatannya seizin Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha.

Ada alasan krusial di balik seplastik takjil tersebut. Selain memulihkan energi instan bagi pengemudi yang mulai kehilangan fokus akibat lapar dan haus, kegiatan ini bertujuan menjaga konsentrasi mereka di sisa perjalanan.

Baca Juga  Ada Selisih Jumlah Pemilih Pemula antara Pemerintah Pusat dan KPU, Ini Respon Dindukcapil Babar

Polsek Mentok ingin memastikan bahwa setiap pemudik tidak hanya sampai ke tujuan dengan perut terisi, tetapi juga dengan kondisi fisik yang prima demi keselamatan lalu lintas.

Hingga azan berkumandang, suasana di depan posko tetap tertib. Arus lalu lintas tetap mengalir lancar di bawah pengawasan petugas. Di Mentok sore itu, kepolisian bukan lagi sekadar penegak hukum, melainkan keluarga bagi mereka yang sedang menempuh perjalanan jauh demi sebuah pelukan di kampung halaman.