Empat Tahun Berkarya di Kepenulisan, Kini Mahasiswa Unmuh Babel Telah Lahirkan 10 Buku
Buku ini menggambarkan penuh warna tentang tawa, perjuangan, hingga harapan yang tumbuh di balik seragam yang dikenakan setiap harinya. Melalui cerita -cerita yang ditulis di buku baru Putri Rahmawati ini, pembaca juga diajak menyusuri kenangan masa sekolah yang begitu dekat dengan kehidupan banyak orang. Ruangan kelas, lapangan, hingga sudut perpustakaan menjadi saksi perjalanan yang ia abadikan dalam tulisan.
Namun, capaian itu tujuan akhir. Putri justru membawa harapan yang lebih besar melalui dunia literasi yang ia jalani. Ia ingin terus mencari generasi -generasi muda yang memiliki bakat tersembunyi khususnya di tanah kelahiran nya yaitu desa Simpang Rimba.
Ia bertekad mengajak anak-anak generasi muda untuk berani mengembangkan potensi terutama di dunia kepenulisan. Karena ia percaya bahwa setiap anak di Kecamatan Simpang Rimba memiliki kemampuan luar biasa yang membanggakan walaupun berasal dari desa terpencil.
“Saya ingin mengajak generasi muda Simpang Rimba serta generasi lainnya.untuk berani menulis,dan percaya pada kemampuan mereka sendiri. Saya juga ingin mengajari anak-anak muda , membimbing dan menuntun mereka menulis bersama supaya bakat terpendam yang mereka punya tidak terbuang sia-sia” ujarnya.
Melalui langkah sederhana tersebut, Putri Rahmawati juga berharap Kecamatan Simpang Rimba banyak melahirkan penulis dari generasi ke generasi nya karena baginya menulis adalah ruang untuk tumbuh,dan bersuara.
Ia ingin memastikan bahwa anak-anak Simpang Rimba memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka melalui karya.
Capaian yang diraih Putri Rahmawati ini menjadi bukti bahwa ketekunan dan konsistensi mampu membawa perubahan, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.
Kamu yang ingin membaca 10 buku karya Putri Rahmawati? Silakan menghubunginya melalui akun medsos IG dan FB.
