“Air adalah kebutuhan utama. Dengan terpenuhinya ini, kualitas hidup dan aktivitas warga binaan akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Program pengolahan pupuk yang dijalankan turut menggandeng PLTU 3 Bangka dalam pemanfaatan limbah non-B3 menjadi produk bernilai guna. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, dan sektor industri.

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyebut dukungan ini sebagai energi baru bagi penguatan program pembinaan.

“Ini bukan hanya bantuan, tetapi kepercayaan bahwa warga binaan mampu berubah dan berkarya,” katanya.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan bantuan secara simbolis, yang kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan.

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini mengirim pesan kuat bahwa dari tempat yang selama ini dipandang terbatas, justru bisa lahir produktivitas, kemandirian, dan harapan baru bagi masa depan.**

Baca Juga  Dorong Kemajuan UMKM, PT Timah Bersama Rumah BUMN Babel Gelar Workshop Empowering Local Brand