Wujudkan Kecintaan pada Budaya, Seniman Basel Ciptakan Miniatur Rumah Adat Pelideh dari Kayu Bekas
Wujudkan Kecintaan pada Budaya, Seniman Basel Ciptakan Miniatur Rumah Adat Pelideh dari Kayu Bekas
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Penetapan Rumah Adat Pelideh sebagai cagar budaya di Bangka Selatan (Basel) mendorong para pegiat seni lokal berkreativitas.
Salah satunya adalah Yoelchaidir, seorang seniman sekaligus penyair asal Basel, yang baru saja merampungkan karya miniatur rumah adat tersebut.
Langkah ini diambil Yoelchaidir sebagai bentuk dedikasi nyata dalam melestarikan warisan leluhur.
Menurutnya, status cagar budaya yang telah disematkan pada Rumah Adat Pelideh harus dibarengi dengan upaya pengenalan visual yang lebih luas kepada masyarakat.

“Sebagai pemerhati budaya dan seniman, saya tergerak untuk membuat miniatur ini. Ini adalah bentuk kecintaan saya terhadap budaya yang ada di Bangka Selatan,” ujar Yoelchaidir.
Kata penulis buku “Nyerupe” ini, proses pembuatan miniatur ini tergolong unik dan ramah lingkungan. Yoelchaidir memanfaatkan bahan-bahan dari kayu bekas olahan tukang kusen yang sudah tidak terpakai.
