Pada bidang ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 5,73 persen dari sebelumnya 5,98 persen. Upaya yang dilakukan antara lain melalui pelaksanaan job fair dengan 904 lowongan kerja serta pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja.

Namun demikian, realisasi investasi mengalami penurunan menjadi Rp2,62 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,94 triliun. Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk terus meningkatkan daya tarik investasi di daerah.

Dalam mendukung program nasional, Pemkot Pangkalpinang juga melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan 42 Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Di sisi lain, berbagai inovasi pelayanan publik juga terus dilakukan, termasuk layanan administrasi kependudukan di hari libur dan program jemput bola ke masyarakat.

Baca Juga  Gasak Tiang Akses Internet, 5 Pemuda di Bangka Diciduk Tim Jatanras Polda Babel

Sepanjang tahun 2025, Kota Pangkalpinang juga berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, penghargaan Daerah Tertib Ukur, serta predikat badan publik informatif dalam keterbukaan informasi.

Menutup penyampaiannya, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan, namun dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh masyarakat, kami optimistis pembangunan Kota Pangkalpinang akan semakin baik ke depan,” ujarnya.*