Apresiasi pun datang dari sudut kursi orang tua.

“Kami merasa lebih tenang. Melihat proses yang terbuka seperti ini, kami yakin anak-anak kami bertarung secara adil,” ungkap salah satu orang tua casis dengan nada lega.

Perjalanan menuju seragam cokelat ini memang tidak mudah. Hingga penutupan verifikasi pada 30 Maret lalu, tercatat ada 180 pendaftar (136 pria dan 44 wanita) yang mencoba peruntungan mereka.

Namun, seleksi alam mulai bekerja. Hanya 140 peserta yang berhasil melaju ke babak berikutnya setelah dinyatakan lolos verifikasi administrasi awal. Sebanyak 40 pendaftar lainnya harus gugur di tengah jalan karena berbagai kendala, mulai dari persoalan tinggi badan, kekurangan berkas, hingga mengundurkan diri.

Baca Juga  Pria dan Wanita Bandar Narkoba Dikabarkan Dicokok di Taman Pelangi, Begini Respons Pemilik

Mereka yang bertahan datang dari beragam latar belakang minat, mulai dari Bintara PTU, Intelijen, Polair, hingga jalur Bakomsus seperti Gizi, Akuntansi, dan Teknik Sipil.

Kini, langkah mereka menuju tahapan pemeriksaan administrasi (Rikmin) awal di tingkat Polda pada 5 hingga 11 April mendatang sudah di depan mata.

Di balik deretan angka dan data tersebut, terselip ribuan doa dan kerja keras yang kini dijaga ketat oleh sistem yang transparan.

Di Polres Bangka Barat, perjuangan menjadi abdi negara baru saja dimulai—dan kali ini, kejujuran menjadi Panglima-nya.