“Kami punya absensi yang menunjukkan posisi ASN. Saat diakses, bisa terlihat yang bersangkutan berada di mana,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Meski demikian, Algafry tidak menampik adanya celah penyalahgunaan dalam sistem tersebut. Ia mengakui absensi berbasis lokasi tetap berpotensi dimanipulasi oleh oknum ASN yang tidak disiplin.

“Kalau memang WFH ya WFH. Jangan macam-macam. Karena semua sistem bisa saja diakali,” tegasnya.

Ia menambahkan, pada akhirnya kedisiplinan dan tanggung jawab tetap bergantung pada integritas masing-masing ASN, dengan catatan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. (**)

Baca Juga  Sampaikan Arahan 2025, Algafry Bahas PMBG hingga Nasib Honorer