“Kami datang ke sini pertama-tama untuk bersilaturahmi dan menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya dari keluarga besar Polsek Mentok dan Polres Bangka Barat. Kehilangan anggota keluarga dalam musibah kecelakaan adalah hal yang berat, dan kami ingin keluarga tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Iptu Rusdi, Jumat (10/4/2026) sore.

Lebih lanjut, Iptu Rusdi menekankan bahwa kegiatan Sambang Duka ini merupakan bentuk empati Polri yang ingin selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam suka maupun duka.

“Kehadiran kami, termasuk Kasat Lantas, Pak AKP Ramos Gaspita dan Bhabinkamtibmas, adalah wujud nyata kepedulian kami kepada warga Tanjung. Selain memberikan penguatan moril, kami juga berharap melalui momen ini, silaturahmi antara polisi dan masyarakat semakin erat,” tambahnya, seizin Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha.

Baca Juga  Operasi Antik Menumbing 2026: Tim Hantu Ringkus Pengedar Sabu di Pemakaman Cina Mentok

Kecelakaan yang terjadi pada Jumat (10/4/2026) sekira pukul 11.30 Wib di Jalan Yos Sudarso tersebut menjadi pengingat pahit bagi warga Mentok. Lokasi persimpangan Pelabuhan Lama memang dikenal sebagai titik yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

Terkait hal itu, Iptu Rusdi juga menyisipkan pesan bagi para pengendara di wilayah hukumnya.

“Tentu kami tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya. Patuhi rambu-rambu dan tetap waspada, terutama di titik-titik persimpangan yang ramai seperti di area pelabuhan ini. Jangan sampai ada lagi keluarga yang harus merasakan duka yang sama,” tutup Kapolsek dengan nada rendah.

Hingga matahari mulai turun di ufuk barat Tanjung Laut, rombongan kepolisian masih tampak bercengkerama dengan warga sekitar. Situasi di rumah duka dan lingkungan sekitarnya dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif, meninggalkan kesan mendalam bahwa tugas polisi bukan sekadar menegakkan hukum, tapi juga menjaga sisi kemanusiaan.

Baca Juga  Evi Markus Dilantik Ketua Dekranasda Babar