Ketua panitia dalam keterangannya mengatakan bahwa apabila barang yang dihimpun dari para siswa masih dirasa kurang, maka kekurangannya akan ditambahkan oleh pihak sekolah agar seluruh penerima mendapatkan bantuan yang layak. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, mencerminkan nilai kepedulian sosial yang ingin ditanamkan kepada para siswa. Melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan ini, diharapkan tumbuh rasa empati, solidaritas, serta semangat berbagi kepada sesama.

Terdapat beberapa perbedaan signifikan antara pelaksanaan santunan tahun ini dengan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, bingkisan santunan tidak hanya berisi kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya, tetapi juga ditambahkan beras sebagai komponen utama, yang sebelumnya tidak disertakan.

Selain itu, jumlah penerima santunan pada tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu, sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan santunan tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian program Lentera Ramadhan, sehingga pelaksanaannya lebih terorganisir dan sistematis. Wakil Kepala SD Yapita, Ibu Nadia Ilfana, S.Pd., mengapresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa magang dari UINSA yang telah berkontribusi dalam kelancaran kegiatan.

Baca Juga  Kemenag Basel: Zakat Fitrah Rp40 Ribu dan Fidyah Rp30 Ribu

Ia mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa magang UINSA. Berkat bantuan dan kerja sama mereka, kegiatan santunan tahun ini dapat berjalan dengan sangat lancar. Jika sebelumnya para penerima dipanggil menggunakan pengeras suara sehingga memakan waktu lama, terutama karena beberapa lansia mengalami kesulitan mendengar, kini kami menggunakan sistem undangan. Para penerima yang telah mendapatkan undangan dapat langsung maju ke depan untuk menyerahkannya dan menerima bingkisan. Hal ini membuat proses penyaluran menjadi lebih tertib, cepat, dan tidak menimbulkan kerumunan.”

Kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar seluruh rangkaian acara membawa keberkahan bagi semua pihak. Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat hubungan sosial antara sekolah dan masyarakat, sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli terhadap sesama. Kegiatan santunan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi SD Yapita terhadap lingkungan sosial.

Baca Juga  Wow Keren, 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri di Indonesia Masuk Terbaik di Dunia

[1] Roudlotul Badi’ah et al., “Berbagi Keberkahan: Pendampingan Usaha ‘Es Bahagia’ Sebagai Wujud Kepedulian Sosial Di Bulan Ramadhan,” SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 8 (June 2024): 1628, https://doi.org/10.31764/jpmb.v8i2.23684.

[2] Alifarose Syahda, Riska Mavaza Putri, Konsep Sedekah: Kontekstualisasi Pembagian Takjil  Dalam Memahami Hadis Sunan At-Tirmidzi  Nomor 807, n.d.

[3] Muhammad Yusuf Azzikri et al., “Cara Memuliakan Bulan Ramadhan: Studi Pandangan Buya Yahya,” Sujud: Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya 1, no. 3 (June 2025): 122, https://doi.org/10.63822/wst3p465.

[4] “Skala Prioritas Penentuan Mustahiq Zakat Di Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ummat Sejahtera Ponorogo | Lisyabab : Jurnal Studi Islam Dan Sosial,” 103, accessed April 14, 2026, https://www.lisyabab.staimaswonogiri.ac.id/lisyabab/article/view/72.

[5] Risky Nur Hidayati et al., “Zakat Fitrah Dalam Perspektif Fiqih Islam : Kewajiban, Waktu, Dan Mekanisme Penyaluran,” TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam Dan Kajian Filsafat Syariah 2, no. 2 (June 2025): 242, https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i2.209.

Baca Juga  Dukung Program Ketua PSSI Terpilih, Kapolri Berencana Aktifkan Kembali Satgas Mafia Bola