Selain itu Pemerintah juga memberi tiga jenis bantuan ke masyarakat dan komunitas untuk meningkatkan minat baca. Pertama, bantuan untuk komunitas literasi, pegiat-pegiat literasi taman baca masyarakat yang sudah berkontribusi positif akan di beri bantuan dana sebesar Rp 50 juta untuk mereka meningkatkan pengembangan literasi.

Kedua, para sastrawan yang sudah 50 tahun, 40 tahun atau 25 tahun akan menerima apresiasi. Dan ketiga, komunitas pelestari bahasa daerah yang aktif melestarikan bahasa juga akan mendapat bantuan yang sama sebesar Rp 50 juta.

“Ajukan saja, kita akan beri bantuan Rp 50 juta. Silakan datang ke kantor bahasa karena ini upaya kita mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua sehingga kita mendukung upaya-upaya yang dilakukan para komunitas,” ujarnya.

Baca Juga  2 Kepsek di Basel Raih Predikat Sangat Unggul di UKBI Adaptif Merdeka

Ia menambahkan, untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia di pelosok daerah, mengingat Bangka Belitung adalah provinsi kepulauan, Kantor Bahasa akan memberi penyuluhan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan langsung ke masyarakat pelosok.

“Kami ada tim penyuluhan yang akan aktif melakukan pembinaan dan pendampingan ke masyarakat di pelosok daerah,” ujarnya.

Gubernur Babel, Hidayat Arsani menekankan bahwa gedung yang di resmikan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kegiatan intelektual dan kebudayaan sehingga diharapkan lahir berbagai inovasi, penelitian, juga program edukasi yang mampu meningkatkan literasi masyarakat.

“Masyarakat Kepulauan Bangka Belitung kini memiliki wadah representatif untuk mengembangkan literasi dan memperkuat bahasa agar baik dan benar,” tutupnya.**

Baca Juga  Bersama Menteri Agama, Gubernur Babel Resmikan Sekolah Tinggi Konghucu Pertama di Indonesia