Gelar Diskusi, HMI UBB Soroti Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Lingkungan di Basel
“Kita menolak tutup mata atas pembungkaman aktivis lingkungan di Bangka Selatan. Mari kawal kasus ini sampai tuntas hingga ditemukan siapa pelaku dan dalang di baliknya,” tegas Bagaskoro.
Dalam sesi diskusi, pemantik pertama, Mardiyansyah, menyoroti lambannya penanganan kasus ini dibandingkan kasus serupa lainnya. Menurutnya, sudah dua bulan berlalu sejak kejadian menimpa Muhammad Rosyidi, namun belum ada perkembangan signifikan.
Sementara itu, Marwan, S.H., selaku pemantik kedua, menjelaskan bahwa korban merupakan sosok yang vokal menyuarakan penolakan terhadap tambang ilegal dan penyelundupan timah di daerah.
“Bapak Muhammad Rosyidi adalah aktivis yang lantang menyuarakan kerugian lingkungan akibat tambang ilegal. Jangan sampai muncul ‘Rosidi-Rosidi’ lainnya yang menjadi korban teror serupa,” kata Marwan.
Ia juga menambahkan pentingnya intervensi dari pemangku kepentingan di tingkat pusat untuk memastikan penegakan hukum di daerah berjalan transparan dan adil.
Diskusi tersebut menghasilkan berbagai kecaman dan usulan solusi terukur dari para audiens. Sebagai penutup, HMI Komisariat UBB bersama perwakilan kader lainnya memberikan pernyataan sikap resmi melalui video dan berkomitmen akan melanjutkan langkah advokasi formal guna mengawal kasus ini hingga tuntas. (**)
