Aksi spontan ini merupakan bagian dari program unggulan Polres Bangka Barat bertajuk “Setetes Darah Tuk Kemanusiaan”. Program ini membuktikan bahwa seragam cokelat tidak hanya hadir untuk menegakkan hukum di jalanan, tetapi juga siap siaga menyelamatkan nyawa di ranjang rumah sakit.

“Begitu informasi kami terima, personel langsung bergerak. Ini bukan sekadar tugas, tetapi panggilan kemanusiaan. Polri harus hadir di saat masyarakat membutuhkan,” ujar Iptu Yos Sudarso, Kasi Humas Polres Bangka Barat mewakili Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha, Jumat (17/4/2026).

Kehadiran dua perwira yang langsung menggulung lengan baju untuk didonorkan darahnya membuat keluarga pasien terkejut sekaligus haru. Juned, anak dari Ibu Suti, tidak menyangka laporannya akan direspons secepat dan seikhlas ini oleh pihak kepolisian.

Baca Juga  Badri Kembali Jabat Ketua DPRD Babar, Oktorazsari Bertahan dan Samsir Gantikan Miyuni

“Kami merasa sangat terbantu dan tidak menyangka perwira polisi mau datang langsung mendonorkan darah. Tindakan cepat ini sangat berarti bagi kesembuhan dan keselamatan orang tua kami,” ujarnya.

Polres Bangka Barat sukses membuktikan bahwa respons cepat dan empati yang tinggi adalah obat terbaik untuk memulihkan kepercayaan serta memberikan rasa aman di tengah masyarakat.