Dari 18 SPPG aktif, program MBG telah menjangkau sebanyak 43.388 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik, dan non-pendidik. Selain itu, setiap SPPG juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dengan rata-rata 50 orang per unit, mencakup tenaga relawan, ahli gizi, akuntan, hingga kepala unit operasional.

Dini menegaskan bahwa seluruh SPPG yang beroperasi diwajibkan memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal. Ia menyebutkan bahwa pemeriksaan SLHS dilakukan sejak hari pertama operasional oleh Dinas Kesehatan, dan dilanjutkan dengan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara rutin setiap bulan.

“Standar ini menjadi syarat utama sebelum operasional. Jadi setiap SPPG yang berjalan sudah melalui proses verifikasi, dan pengawasan tetap dilakukan secara berkala,” jelasnya.

Baca Juga  Pj Wako Lusje Sampaikan Usulan Tiga Raperda ke DPRD Kota Pangkalpinang

Terkait data supplier, ia memastikan bahwa seluruh data telah dihimpun melalui sistem yang terintegrasi dengan pusat. Sistem ini digunakan untuk melaporkan dan memantau supplier bahan baku yang digunakan oleh masing-masing SPPG, serta menjadi acuan dalam transparansi dan pengawasan.

Meski demikian, Dini mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan yang menjadi bagian dari proses evaluasi. Beberapa SPPG sempat dinonaktifkan sementara akibat temuan kualitas makanan dan aspek kebersihan.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah adanya produk olahan UMKM berupa pempek yang ditemukan mengandung ulat. Selain itu, terdapat juga kendala dalam pengelolaan sisa makanan di lapangan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga  Antusias Masyarakat Tinggi, Penerimaan PKB dari Pemutihan Capai Rp 15,171 miliar

“Kami sudah melakukan penelusuran, evaluasi menyeluruh, serta pembersihan dan perbaikan sistem produksi. Penjamah makanan juga dilakukan pelatihan ulang untuk memastikan standar higienitas tetap terjaga,” ungkapnya.

Saat ini, terdapat dua SPPG yang masih dinonaktifkan sementara dan dua lainnya dalam tahap perbaikan. Pihaknya menargetkan seluruh unit tersebut dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat, dengan sebagian dijadwalkan aktif kembali pada pekan depan setelah memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan.

“Semua nonaktif sementara, kemungkinan minggu depan aktif kembali,” pungkasnya. (*)