Gurita Narkoba dalam Sistem Kapitalisme
Oleh: Supriatin, S.E
Aktivis Dakwah Islam
Narkoba makin merajalela seolah-olah tidak ada habisnya kasus demi kasus kita temui. Sungguh miris dan sangat menakutkan. Generasi kedepan makin mencemaskan dengan banyaknya berita narkoba yang terungkap.
Seorang pria di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, ditangkap polisi. diduga menjadi pengedar narkoba dan sabu di wilayah Pangkalpinang. dari penggeledahan ditemukan 887 gram sabu dan 187 butir pil ektasi. Barang haram itu telah dikemas dalam beragam ukuran.(www.metrotvnews.com/06 April 2026)
Berita nasional tidak kalah mencemaskannya. Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Narkoba Polda mengungkapkan ada 38.934 kasus peredaran narkoba sepanjang Januari hingga Oktober 2025. (www.ppatk.go.id/ 23 oktober 2025).
Kapitalisme Gagal
Tidak sedikit upaya dilakukan pemerintah untuk memberantas narkoba, namun upaya tersebut belum mampu mencegah tumbuh suburnya peredaran narkoba di berbagai wilayah termasuk di provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini. Banyak faktor yang memicu peredaran narkoba yang tak mampu padam dalam sistem kapitalisme. Diantaranya narkoba dipandang sebagai barang ekonomi bukan barang haram. Bisa diperjual belikan dan mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit. Hukum ekonimi, ketika banyak permintaan maka stok barang pun akan meningkat. Banyaknya permintaan akan mempengaruhi banyaknya peredaran, pengguna, kurir dan bandar.
Sistem kapitalisme menjadikan pendidikan sebagai tangga untuk mencapai kebahagiaan materi. Nilai nilai agama jauh panggang dari api, menjadikan generasi lemah iman dan rapuh. Sehingga mudah tergiur mengejar kebahagian dunia dengan cara haram dan pintas, yaitu terlibat dalam pengedaran narkoba.
Kapitalisme melahirkan gaya hidup bebas, manusia bebas melakukan apa saja asalkan mereka bahagia. Hal ini mendorong mereka melakukan perbuatan yang diharamkan dalam agama seperti memakai, mengedar, atau bandar narkoba.
Kapitalisme juga melahirkan kemiskinan yang terstruktural. Lihat bagaimana kemiskinan makin menjadi jadi. Bahkan ada orang meninggal gara gara kelaparan. Padahal dinegeri yang sumber daya alamnya melimpah. Namun sayang disayangkan sumber daya alam banyak dikuasai oleh para kapital bukan rakyat biasa. Kemiskinan mendorong seseorang tergiur terlibat dalam pengedaran narkoba. Bayangkan sekali antar saja diberi uang bahkan sampai puluhan juga. Bagaimana tidak tergiur?.
