Oleh: Hari Aprizal

Di era yang arah anginnya kian tak jelas
kebijakan datang seperti kabut tipis namun membekas
yang kuat semakin bebas
yang lemah terus diuji napas

Di tanah yang sama matahari tetap menyala
namun keadilan terasa berbeda rasa
ada yang tumbuh tanpa luka
ada yang bertahan dengan sisa-sisa

Tangan-tangan itu tetap bekerja
menjemur harap di halaman sederhana
sementara suara-suara di atas sana
sering gaduh
tapi kosong makna

Baca Juga  Setangkup Prahara Berbalut Kemelut