PT Timah Bahas Pembaruan RIPPM Bersama Pemangku Kepentingan di Kabupaten Bangka
Pada sektor ekonomi, pembahasan mencakup pengembangan sentra UMKM berbasis potensi daerah, digitalisasi pemasaran, penguatan sektor pariwisata, penyelesaian persoalan lahan, pengelolaan sampah berbasis teknologi, hingga perluasan akses permodalan dan pelatihan pascapanen.
Sementara itu, pada sektor lingkungan, masukan yang mengemuka antara lain pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, revitalisasi lahan eks tambang, dan penguatan Program Kampung Iklim.
Adapun pada sektor sosial budaya dan infrastruktur, pembahasan menitikberatkan pada penguatan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat melalui Pokdarwis. Sedangkan pilar infrastruktur menekankan peningkatan fasilitas desa, penerangan, serta perbaikan sarana lingkungan sekolah guna mendukung kegiatan pendidikan yang lebih optimal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Thony Marza, menilai forum ini menjadi langkah positif dalam menyelaraskan program perusahaan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Sudah banyak program CSR maupun PPM PT TIMAH yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Bangka, mulai dari bidang pendidikan melalui beasiswa, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga pembinaan organisasi kemasyarakatan. Forum seperti ini penting agar ke depan program-program tersebut semakin terarah dan terintegrasi dalam perencanaan tahunan,” kata Thony.
Senada, Kepala Desa Riding Panjang, Fajar S, menyebut forum ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah desa dan perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Melalui forum ini kami mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang program-program yang telah dilakukan PT TIMAH. Harapannya ke depan dapat terbangun kolaborasi yang lebih konkret, termasuk mendorong terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat, ibu-ibu, maupun anak muda agar lebih produktif,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Wakil Direktur I Akademik Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Irwan, S.ST., M.Sc., Ph.D., menilai penyusunan RIPPM yang melibatkan perguruan tinggi menjadi langkah penting agar program pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan riil.
“Melalui program PPM ini, PT TIMAH diharapkan dapat semakin menggali kebutuhan masyarakat secara lebih tepat. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, program yang disusun akan semakin relevan dan memberikan manfaat jangka panjang,” ungkap Irwan.
Tak hanya di Kabupaten Bangka, forum ini juga akan digelar di berbagai wilayah operasional perusahaan.
Melalui pembaruan RIPPM yang disusun secara partisipatif, PT TIMAH menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam merancang program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
