AJI Pangkalpinang Sampaikan 5 Pernyataan Sikap di Aksi Damai World Press Freedom Day 2026

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pangkalpinang menggelar aksi damai World Press Freedom Day (WPFD) 2026 atau hari kebebasan pers sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Mei di titik Nol Kilometer Pangkalpinang.

“Aksi damai ini menjadi panggung perlawanan jurnalis dan aktivis dalam menyampaikan pendapat di muka umum,” kata Ketua AJI Pangkalpinang, Hendra saat menyampaikan orasinya di Pangkalpinang, Rabu (6/5/2026).

Hendra mengatakan kebebasan pers dalam menyampaikan berita di era digital saat ini banyak tantangan, di mana jurnalis harus dihadapkan dengan peraturan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan.

Saat ini meskipun diklaim tak membatasi, namun faktanya sejumlah jurnalis dan aktivis harus berhadapan dengan hukum saat menyampaikan pendapat bahkan tak sedikit jurnalis yang mengalami kekerasan secara fisik, intimidasi, serangan digital, teror, ancaman pembunuhan, kriminalisasi hingga sensorship.

Baca Juga  Pemkot Pangkalpinang Gandeng Perusahaan EBT Wujudkan Swasembada Energi

AJI Indonesia mencatat pada tahun 2025 terjadi kekerasan pada jurnalis sebanyak 91 kasus, baik kekerasan fisik maupun digital. Merujuk pada laporan Reporters Without Borders (RSF), peringkat kebebasan pers Indonesia pada tahun 2026, turun posisi 129 dari 180 negara, dengan kategori ‘sulit’, turun dari peringkat 127 pada tahun 2025.

Di momen WPFD 2026 kali ini, AJI Pangkalpinang memilih turun ke jalan menyuarakan dan beraksi agar masyarakat melihat dan mengetahui secara langsung bagaimana kebebasan pers dibatasi karena praktik-praktik sensorship seringkali dialami oleh jurnalis di Bangka Belitung,