Ia berharap melalui forum diskusi tersebut dapat lahir rumusan kebijakan yang solutif dan mampu mendukung pembangunan berkelanjutan di Bangka Tengah.

Sekretaris Daerah Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizam melalui Staf Ahli Perekonomian dan Keuangan, Tamimi, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyusunan RIPPM karena dinilai menjadi dokumen strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan.

“Pemda Bangka Tengah mendukung penuh penyusunan RIPPM ini. Kami siap bersinergi dan berkolaborasi demi menghasilkan dokumen yang realistis dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Tamimi.

Sementara itu, perwakilan ESDM Provinsi Bangka Belitung, Agung Pranolo, menilai forum tersebut penting untuk merumuskan kebutuhan masyarakat sekitar tambang, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  PT Timah Tbk Serahkan Bantuan PHBN untuk Tiga Desa di Bangka Barat

Ia juga mendorong para camat dan lurah aktif memberikan masukan agar program yang disusun benar-benar menyentuh masyarakat penerima manfaat.

Pembaharuan RIPPM difokuskan pada enam pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, pendapatan riil, kemandirian ekonomi, lingkungan hidup, dan infrastruktur.

Selain itu, sejumlah program prioritas juga turut dibahas, salah satunya pengembangan program Desa Biru di Desa Kurau, Koba dan Lubuk Besar yang difokuskan pada pengembangan budidaya perikanan.

Melalui pembaharuan RIPPM ini, PT TIMAH bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan ke depan semakin terarah, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di kawasan tambang.

Sebelumnya pembahasan pembaharuan RIPPM juga telah dilaksanakan di Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat guna menyerap aspirasi yang nantinya akan dirumuskan dalam dokumen RIPPM Perusahaan. (*)

Baca Juga  Membatik hingga UMKM, Langkah Nyata PT Timah Dorong Kemandirian Difabel di SLB Mentok