Bank Indonesia Inplementasikan Strategi OKS, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Bank Indonesia Inplementasikan Strategi OKS, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan terus mengimplementasikan strategi Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui advisory dan berbagai upaya lainnya.
“Dalam mengimplementasikan strategi OKS, yang akan dilakukan Bank Indonesia yakni mendorong masuknya investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan, pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan untuk pengembangan sektor pariwisata dan industi kreatif berbasis kearifan lokal ini didukung dengan gerakan wisata bersih, mendorong implementasi asta cita untuk mewujudkan swasembada pangan.
Selain itu pemenuhan uang rupiah hingga ke pelosok negeri, mengakselerasi UMKM masuk ke ekosistem digital dan global juga membangun ekosistem ekonomi syariah yang tepat.
Bank Indonesia juga terus mendorong transaksi digital menggunakan QRIS, baik oleh pelaku usaha lokal maupun wisatawan asing melalui QR Cross Border, terlebih dengan telah tersedianya penerbangan internasional Scoot Airlines rute Tanjungpandan ke Singapura, yang diprakirakan akan memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
“Hal-hal tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis dan taktis untuk memperkuat stabilitas, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta kebangkitan sektor ekonomi unggulan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” terang Rommy.
Rommy menanbahkan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Babel pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 4,53% (yoy), tercatat cukup tangguh di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian yang terjadi di global, serta moderasi perekonomian daerah yang masih terus berjalan.
