Cinta di Ujung Tanduk
Ketika, dilema tiba menghampiri
cinta tidak lagi saling memiliki
raga penuh ragu, rasa tidak menentu, dan jiwa melayang.
Waktu berjalan pelan bagaikan jarum jam.
Walau rasa penuh harap, sedangkan kau tidak lagi mengharap.
Cinta yang dulu menggebu
kini, hanyalah sunyi dan rapuh.
Rindu menyiksaku, penuh tatapan kosong yang tidak lagi sama
Semua terasa hambar.
Tuhan…,
Aku bersujud, jangan biarkan cinta ini hanyut begitu saja
walau pun cinta ini di ujung tanduk.
Jutaan kenangan yang sudah kami pupuk, bahkan diikat dengan janji
kini tinggal nama yang belum pasti,
aku tidak mau cinta yang lain.
Namun, ini hanya sebuah harap.
Rumah yang dulu penuh cinta,
kini bagaikan neraka yang diselimuti kepalsuan
tetapi inilah perjalanan hidup,
aku hanya makhluk yang tidak berdaya
ketika ujian ini menghampiri.
Banyak rahasia di balik cerita ini yang sudah digariskan.
Jika harus runtuh,
biar kenangan jangan redup
hanya doa yang dipanjatkan.
Aku ikhlas kalau ini yang terbaik,
ketika takdir tidak lagi berpihak.
