Energi Mahal Picu Inflasi: Rakyat Terhimpit, Bukti Kegagalan Penguasa Mengurus Rakyat
Penderitaan yang dialami para ibu rumah tangga dan pelaku UKM di Bangka Belitung saat ini adalah hasil langsung dari pengabaian hukum syara’ dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA). Dalam pandangan Islam, SDA yang jumlahnya melimpah seperti migas dan gas bumi adalah kepemilikan umum (al-milkiyyah al-ammah).
Rasulullah saw. bersabda:
“Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api (energi).” (HR Abu Dawud).
Statusnya sebagai milik umum mengharamkan negara untuk menyerahkan pengelolaannya kepada swasta (korporasi) atau memperdagangkannya kepada rakyat demi meraih laba. Negara seharusnya bertindak sebagai pengelola (manager) yang hasilnya dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk harga semurah mungkin, atau bahkan gratis.
Khatimah
Kenaikan harga Elpiji dan BBM serta ancaman inflasi di daerah adalah alarm keras bagi kita semua. Masalah ini tidak akan selesai hanya dengan bantuan tunai yang bersifat sementara atau operasi pasar yang sporadis.
Wahai kaum Muslimah, penderitaan ini bermuara pada satu titik: penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang rakus. Maka, tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan keluarga dan masa depan generasi kita kecuali dengan kembali pada aturan Islam secara kaffah. Hanya dalam naungan sistem yang benar-benar menerapkan amanah Allah, energi akan menjadi berkah bagi rakyat, bukan beban yang menyengsarakan.
Sudah saatnya kita menolak setiap bentuk kezaliman sistemik dan berjuang untuk tegaknya tata kelola ekonomi yang menjamin kesejahteraan setiap individu rakyat. Wallahu a’lam bish-shawab.
