Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan beberapa tahapan kegiatan, mulai dari observasi lokasi, koordinasi dengan dosen pengampu, pembentukan panitia, persiapan alat dan bahan, hingga pelaksanaan penanaman mangrove serta pembersihan area pantai. Perlengkapan yang digunakan antara lain bibit mangrove, sarung tangan, kantong sampah, dan alat kebersihan lainnya.

Ketua pelaksana, Rizky Ananda Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Menurutnya, aksi sederhana seperti menanam mangrove dan membersihkan pantai dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dosen pengampu, Dr. Riko Septiantoko, M.Pd., turut mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Melalui kegiatan lapangan, mahasiswa tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan alam sekitar.

Baca Juga  Buruan Daftar Program Kartu Prakerja Gelombang 48 Telah Dibuka, Berikut Syaratnya!

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga melatih mahasiswa dalam kerja sama tim, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, serta kemampuan memecahkan masalah di lapangan. Mahasiswa juga melakukan dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari kampanye lingkungan dan penyusunan berita SDGs.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran mahasiswa dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai serta melestarikan mangrove. Evaluasi kegiatan dapat dilihat dari jumlah peserta yang terlibat, jumlah bibit mangrove yang ditanam, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, serta dokumentasi kegiatan yang dapat digunakan sebagai media edukasi.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama dengan komunitas lingkungan, pengelola Pantai Baros, pemerintah daerah, maupun organisasi mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa Pendidikan Sejarah FISIP UNY dapat terus berperan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih, lestari, dan berkelanjutan.

Baca Juga  HUT ke-72 Humas Polri, 5000 Bibit Mangrove Ditanam di Kawasan Lintas Timur Bangka