Hilirisasi Mineral Kritis Digenjot, PT TIMAH dan PERMINAS Perkuat Sinergi Strategis
Ia mengungkapkan, slag yang selama ini dianggap sebagai sisa hasil produksi ternyata memiliki potensi ekonomi dan strategis yang besar. Melalui kerja sama pengolahan slag dan mineral tanah jarang, material tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun negara.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin mengatakan, kerja sama strategis tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan kekayaan alam nasional demi kepentingan bangsa dan negara.
“Kita ingin mengelola kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini untuk tujuan utama, yakni kepentingan nasional dan kesejahteraan bangsa serta negara,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap wacana, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret dan berkelanjutan dalam mendukung hilirisasi mineral strategis nasional.
Beberapa fokus pengembangan yang akan diperkuat antara lain validasi teknologi, penyusunan kajian teknis dan komersial, penguatan aspek perizinan hingga keselamatan kerja.
Hal senada disampaikan Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa yang menilai sektor rare earth elements selama ini menjadi industri yang terlupakan karena belum mampu memberikan nilai tambah optimal bagi negara.
“Kami ingin mendorong industri yang selama ini terlupakan. Mineral ini sebenarnya ada di sekitar kita, tetapi belum mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi negara,” ujarnya.
Menurutnya, Danantara siap memfasilitasi berbagai kebutuhan percepatan proyek, termasuk dukungan aspek perizinan dan penyelesaian kendala dalam pengembangan hilirisasi mineral strategis.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga cadangan mineral yang telah teridentifikasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan jangka panjang negara.
“Selama ini potensi REE banyak yang hilang tanpa sempat dimanfaatkan secara optimal. Padahal nilai strategisnya sangat besar bagi masa depan industri nasional,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto menyebut pengembangan hilirisasi REE dan mineral strategis menjadi langkah penting untuk memperkuat industrialisasi nasional.
“Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin lagi mengekspor sumber daya alam dalam bentuk mentah. Karena itu hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kelas bangsa kita,” ujarnya.
Menurut Brian, pengembangan industri mineral strategis tidak hanya bertujuan meningkatkan ekonomi nasional, tetapi juga membangun kepercayaan diri bangsa agar mampu sejajar dengan negara maju dalam industri mineral kritis dunia.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga harga diri bangsa agar Indonesia mampu menjadi produsen mineral strategis bernilai tinggi dan masuk dalam jajaran negara maju di sektor mineral kritis,” katanya. (*)
