“Momentum hari jadi ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang refleksi atas sejarah panjang pemekaran daerah. Kita harus jujur melihat tantangan mendasar yang ada. Kenaikan angka kemiskinan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi ini merupakan persoalan serius yang memerlukan perhatian penuh serta intervensi kebijakan yang cepat, tepat, dan terukur,” ujar Markus saat membacakan pidato resmi.

Menyikapi penurunan indikator ekonomi tersebut, Markus telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pemulihan. Fokus utama akan diarahkan pada penguatan sektor riil masyarakat dan pembenahan fasilitas publik.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Pemkab Bangka Barat akan fokus mendorong akselerasi pembangunan melalui stimulus investasi lokal, pemberdayaan UMKM, dan perbaikan infrastruktur yang terintegrasi. Kita harus melakukan lompatan tinggi untuk mengejar ketertinggalan dan memaksimalkan potensi keunggulan daerah,” lanjutnya.

Baca Juga  DW Harap Ketua KONI Babar Dapat Rekomendasi Bertarung ke Pilkada

Peringatan tahun ini mengusung tema “Melalui Hari Jadi ke-23 Kabupaten Bangka Barat, Kita Tingkatkan Pembangunan untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Memajukan Sumber Daya Manusia demi Mewujudkan Bangka Barat yang Berkeadilan, Makmur, Tangguh, dan Besahabat.”

Di akhir sidang, Markus menegaskan bahwa target pembangunan tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat maupun pemangku kepentingan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami mengajak seluruh komponen masyarakat, legislatif, dan stakeholder untuk merapatkan barisan, bersinergi, dan menjaga kondusivitas. Pembangunan ke depan harus responsif, inovatif, dan berkelanjutan dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal demi mewujudkan Bangka Barat yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.

Baca Juga  Bozem Teluk Rubiah, Tongkrongan Asyik yang Wajib Kamu Kunjungi saat Berada di Mentok