Penyuluh Pertanian di Tengah Krisis Regenarasi Petani sebagai Sebuah Gugatan terhadap Politik Agribisnis
Tanpa kebijakan yang kokoh dan berkesinambungan, usaha penyuluh pertanian untuk mendorong inovasi dan menarik generasi muda akan menjadi usaha yang percuma. Hubungan kerja sama yang seharusnya ada antara petani, pemerintah, dan pihak swasta seringkali hanya jadi omongan, tanpa realisasi yang adil dan memberi manfaat bagi semua pihak.
Untuk keluar dari krisis regenerasi petani dan mengembalikan kejayaan sektor pertanian, diperlukan perubahan mendasar dalam kebijakan agribisnis. Pertama, pemerintah harus berani mengambil kebijakan yang secara tegas berpihak pada petani kecil, bukan hanya di atas kertas, tetapi dalam implementasi nyata. Ini berarti menjamin harga komoditas yang stabil, mempermudah akses terhadap modal dan pasar, serta memberikan insentif yang menarik bagi generasi muda untuk terjun ke pertanian.
Kedua, peran penyuluh pertanian harus direvitalisasi secara total. Peningkatan jumlah penyuluh, pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan perkembangan teknologi pertanian, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai adalah mutlak.
Penyuluh harus diberdayakan sebagai agen perubahan yang sesungguhnya, bukan sekadar pelengkap birokrasi. Mereka perlu dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital, mengembangkan model agribisnis yang inovatif, dan menjadi mentor bagi petani muda.
Ketiga, pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian harus dirombak agar lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan industri. Kurikulum harus diperbarui, program magang harus diperbanyak, dan stigma negatif terhadap profesi petani harus dihapuskan melalui kampanye positif yang menyoroti potensi ekonomi dan kontribusi petani terhadap bangsa. Dengan demikian, pertanian tidak lagi dipandang sebagai pilihan terakhir, melainkan sebagai profesi yang menjanjikan dan membanggakan.
Krisis regenerasi petani adalah cerminan dari kegagalan politik agribisnis yang tidak berpihak pada rakyatnya. Sudah saatnya kita berhenti meratapi, dan mulai bertindak. Revitalisasi politik agribisnis dan pemberdayaan penyuluh pertanian adalah kunci untuk membangun masa depan pertanian Indonesia yang lebih cerah, berdaulat, dan berkelanjutan.
Daftar pustaka
Diah, P. (2024) ‘Menyusutnya minat pemuda: tantangan besar bagi masa depan pertanian Indonesia’, Goresan Pena Wong Kito (BPS Provinsi Sumatera Selatan), 7 Agustus. Tersedia pada: Goresan Pena Wong Kito (BPS Provinsi Sumatera Selatan) (Diakses: 25 Mei 2026).
Arifin, B. (2005) Pembangunan pertanian: paradigma kebijakan dan strategi revitalisasi. Jakarta: Grasindo. Tersedia pada: Repository LPPM Universitas Lampung (Diakses: 25 Mei 2026).
