“Kadang kapal tidak bisa keluar masuk. Kalau air besar baru bisa lewat, tapi kalau kondisi surut kapal terhambat. Ini sudah belasan tahun dirasakan nelayan,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi inisiatif PT TIMAH yang melibatkan masyarakat, nelayan hingga penambang untuk bersama-sama mencari solusi sementara terhadap persoalan muara.

“Semua bergerak, bukan cuma nelayan, tapi penambang dan masyarakat juga ikut gotong royong. Kami berterima kasih karena semua punya tujuan yang sama, supaya alur muara kembali lancar, dan PT TIMAH sudah memfasilitasi ini menyediakan jumbo bag, ” katanya.

Albar berharap upaya ini dapat terus berlanjut hingga ada penanganan permanen terhadap pendangkalan Muara Jelitik.

Nelayan lainnya, Rino mengatakan dirinya baru pulang melaut subuh dan pagi ini langsung bergabung dengan rekan-rekan nelayan untuk mengisi jumbo bag yang akan ditata.

Baca Juga  Warga Desa Baskara Bakti Serbu Mobil Sehat PT Timah, Pelayanan Kesehatan Gratis yang Dinantikan

“Saya baru pulang melaut tadi subuh, dapat informasi dari kawan-kawan ada gotong royong bersama untuk mengatasi pendangkalan muara jelitik, demi kebersamaan saya ikut karena ini untuk kepentingan bersama agar kita tidak susah lagi ke luar masuk muara,” ucapanya.

Sementara itu, Kanit Patroli Satpolair Polres Bangka, Teguh Hariyanto, mengatakan pihaknya turut mendukung kegiatan gotong royong tersebut dengan ikut membantu pengisian jumbo bag bersama masyarakat.

“Kami dari Satpolair ikut gotong royong bersama masyarakat dalam pengisian jumbo bag. Harapannya kegiatan ini berjalan lancar sehingga nelayan bisa keluar-masuk muara dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Sebelumnya, PT TIMAH juga telah membantu melakukan pengerukan di kawasan Muara Jelitik, hal ini untuk merupakan upaya bersama untuk memudahkan akses di Muar Jelitik. (*)

Baca Juga  Sinergi Pendidikan, PT Timah Dukung Duta Kampus Institut Pahlawan 12