Meski demikian, kebijakan hilirisasi masih perlu mendapat perhatian serius. Sejumlah pihak menilai bahwa implementasi program sering kali lebih berorientasi pada industri besar dibandingkan pemberdayaan petani kecil. Jika kondisi ini terus berlangsung, petani berisiko tetap menjadi pihak yang memperoleh keuntungan paling sedikit. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu memperluas pembangunan industri pengolahan di sentra pertanian, mempermudah akses modal usaha, menyediakan teknologi pengolahan yang terjangkau, serta memperkuat pelatihan bagi petani dan pelaku UMKM agribisnis.

Selain pemerintah, perguruan tinggi dan sektor swasta juga memiliki peran penting dalam mendukung hilirisasi pertanian. Mahasiswa pertanian dan agribisnis, misalnya, dapat mendorong inovasi produk berbasis hasil pertanian lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan pemanfaatan teknologi digital dan strategi pemasaran modern, produk hasil pertanian Indonesia berpotensi memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun internasional.

Baca Juga  Peran Jambu Mete dalam Rehabilitasi Lahan Pascatambang dan Mitigasi Emisi Karbon

Di tengah tantangan ketahanan pangan dan persaingan ekonomi global, hilirisasi pertanian bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Apabila dijalankan secara merata dan berpihak pada petani kecil, hilirisasi dapat menjadi jalan menuju pertanian Indonesia yang lebih maju, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik. 2023. Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 – Tahap I. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik. 2023. Sensus Pertanian 2023. Jakarta: BPS.