“Kami harapkan nanti para peserta P2P menjadi pilar demokrasi bagi Bawaslu untuk penggerak pengawasan nantinya pada Pemilu 2029. Ilmu yang didapatkan setidaknya sudah memberikan pandangan bagi peserta P2P bagaimana cara memberikan kontribusi dalam mengawal proses demokrasi,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Sementara itu, Anggota Bawaslu Bateng, Muhammad Tamimi menjelaskan bahwa sebelum mengikuti kegiatan tatap muka, para peserta terlebih dahulu telah melaksanakan pembelajaran secara daring serta mengisi catatan kritis.

Tamimi berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut, para peserta dapat menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam mengawasi proses Pemilu 2029 yang tahapan penyelenggaraannya akan dimulai pada pertengahan tahun 2027.

“Kader P2P nantinya diharapkan bisa memberikan informasi awal apabila terdapat dugaan pelanggaran. Mereka juga menjadi pelopor anti politik uang dan hoaks, serta berani menyampaikan kepada masyarakat untuk menolak politik uang,” katanya.

Baca Juga  7 Peserta Existing Ikuti Evaluasi Kinerja Calon Anggota Bawaslu Kecamatan

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk turut mengampanyekan gerakan menolak politik uang dimulai dari lingkungan terdekat.

“Kami minta dukungannya dari kawan-kawan, jangan ambil politik uang, tolak agar pemilu tidak ternodai. Kampanyekan itu mulai dari lingkungan terdekat terlebih dahulu, kemudian ke lingkungan yang lebih luas,” tutupnya