Bank Indonesia Catat Inflasi Bangka Belitung di Mei 2026 Terjaga Stabil, Terendah ke-6 Nasional
Kenaikan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,02% (yoy) khususnya komoditas cumi-cumi dan kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi sebesar 2,77% (yoy) khususnya angkutan udara sebagai dampak dari kenaikan harga avtur.
Rommy memastikan Bank Indonesia akan terus mendorong penguatan pengendalian inflasi di daerah bersama Pemerintah dan mitra strategis lainnya di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sebagai langkah konkret, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah secara aktif melakukan pemantauan harga dengan rutin secara harian dan mingguan, menyelenggarakan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 60 kali.
OPM dan GPM dilaksanakan untuk memastikan agar masyarakat dapat mengakses pangan yang layak dengan harga yang terjangkau melalui prinsip tepat waktu, tepat sasaran dan tepat komoditas, serta terus melakukan koordinasi dan sinergi yang aktif baik di tingkat daerah maupun secara regional dan nasional.
Selain itu, Bank Indonesia juga secara aktif melakukan pendampingan kepada UMKM khususnya sektor pertanian dalam rangka mendukung program ketahanan pangan Pemerintah, serta melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pengendalian inflasi dengan bijak berbelanja dan bijak berkonsumsi.
“Penguatan implementasi strategi 4K Pengendalian Inflasi akan terus dilakukan yang juga diharapkan dapat turut mendukung Program Strategis Nasional (PSN),” ujarnya.
Rommy juga menegaskan tantangan inflasi kedepan masih tetap ada yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik sehingga penguatan Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) bersama Kepala Daerah dan instansi terkait perlu terus dilakukan guna menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil sesuai dengan sasaran target inflasi nasional.
“Inflasi yang terjaga stabil ini menjadi modal penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan perekonomian dan ketidakpastian global,” tutup Rommy.**
