Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Timah Perkuat Langkah Menuju Pertambangan Berkelanjutan
Dalam aspek konservasi, PT TIMAH juga terus memperkuat perlindungan terhadap flora dan fauna di wilayah operasional perusahaan. Sejak tahun 2018, PT TIMAH bekerja sama dengan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation untuk melakukan penyelamatan, rehabilitasi hingga pelepasliaran satwa liar seperti penyu lekang, bulus/labi-labi, kura-kura pipi putih, kukang, ayam jembang, mentilin, trenggiling, dan lainnya. Sejak 2019 sampai 2025 yaitu sebanyak 3.169 satwa ke habitat alaminya.
Upaya pelestarian juga dilakukan melalui pemantauan keanekaragaman hayati secara rutin di kawasan operasional, termasuk pengamatan biota laut, plankton, mangrove sebagai bagian dari evaluasi kualitas lingkungan.
PT TIMAH juga terus memperluas program rehabilitasi ekosistem pesisir melalui pengembangan coral garden dan rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Pengelolaan lingkungan bukan hanya tentang meminimalkan dampak operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan kembali fungsi ekologis dan sosial dari kawasan yang telah dikelola melalui program reklamasi dan rehabilitasi yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambah Anggi.
Tak hanya fokus pada rehabilitasi lingkungan, perusahaan juga terus memperkuat komitmen transisi energi dan efisiensi energi dalam mendukung target dekarbonisasi.
Saat ini, sekitar 60,1 persen energi operasional perusahaan telah memanfaatkan biodiesel B35/B40 sebagai sumber energi utama. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan energi dari Solar PV On grid yang telah dipasang di lokasi Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Bangka dan Kampong Reklamasi Selinsing di Belitung Timur serta di pada salah tu Anak Perusahaan yaitu PT Timah Industri yang berlokasi di Cilegon.
Sepanjang tahun 2025, PT TIMAH mencatat pengurangan konsumsi energi sebesar 68.763 gigajoule melalui berbagai program efisiensi operasional, optimalisasi peralatan produksi, serta implementasi sistem manajemen energi. Seluruh pengelolaan energi dilakukan dengan mengacu pada standar internasional ISO 50001 serta regulasi pemerintah terkait konservasi energi.
Melalui berbagai program pengelolaan lingkungan tersebut, PT TIMAH berkomitmen untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta menciptakan keseimbangan antara aktivitas bisnis, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. (*)
