Ibarat tanjak menjadi alas,
Ibarat pusaka hilang bekas,
Ibarat warisan tercabut batas,
Yang tinggal rupa tanpa napas.

Kata laut kepada pantai,
“Zaman berubah silih berganti,
Namun akar jangan dilupai,
Agar pohon teguh berdiri.”

Kata resam kepada bambu,
“Aku dianyam sejak dahulu,
Menjadi tanda adat yang satu,
Bukan sekadar barang pembantu.”

Jika warisan hilang timbangnya,
Jika pusaka kabur letaknya,
Sedikit demi sedikit lunturnya,
Hilanglah jejak asal mulanya.

Anak cucu bermain di laman,
Memandang tinggal rupa luaran,
Tak lagi kenal nilai dan pesan,
Yang dahulu hidup dalam warisan.

Pangkalpinang kota BERARTI,
Bukan megah bangunan berdiri,
Tetapi mulia kerana jati diri,
Dan budi yang dijaga sepenuh hati.

Baca Juga  Anyaman Keberhasilan

Maka elok direnung kembali,
Dengan akal serta pekerti,
Agar tudung saji tetap dihormati,
Dan marwah kota terus lestari.