Kojek resmi diluncurkan pada 13 Maret 2026. Meski baru beroperasi sekitar tiga bulan, perkembangannya terbilang cukup pesat. Berjalan tanpa kantor fisik dan dikelola secara remote, Kojek kini telah berkembang dari 20 mitra merchant menjadi sekitar 60 tenant UMKM makanan dan minuman.

Tak hanya melayani pesan antar makanan, pengiriman barang, dan transportasi penumpang, Kojek juga menghadirkan layanan home service. Layanan tersebut mencakup pijat dan spa ke rumah bagi laki-laki maupun perempuan, hingga jasa perbaikan elektronik dengan teknisi yang datang langsung ke lokasi pelanggan.

Saat ini, aplikasi Kojek telah diunduh sekitar 1.600 kali melalui Google Play Store. Platform tersebut didukung oleh 15 driver aktif dan lima driver paruh waktu. Sementara bagi pengguna iPhone, layanan Kojek dapat diakses melalui laman web resmi yang telah disediakan.

Baca Juga  Warga Koba ini Tak Menyangka Dapat Undian Umroh

Melihat potensi yang dimiliki startup lokal tersebut, Pemkab Bangka Tengah berencana membantu memperluas jangkauan pasar Kojek melalui publikasi dan promosi melalui jaringan media yang dimiliki Dinas Komunikasi dan Informatika.

Syifa Fitri menyambut baik dukungan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah fitur pembayaran digital, seperti pembelian token listrik, pulsa, hingga layanan BPJS, saat ini masih dalam tahap pengembangan.

“Harapan kami tentu semakin banyak driver dan pelanggan yang bergabung. UMKM lokal bisa semakin terbantu, dan ke depan Kojek dapat berekspansi ke daerah-daerah lain di luar Koba,” pungkasnya.