Edukasi Literasi Digital dan Kesehatan Mental, HIMA BKPI Sukses Gelar Seminar di MTsN 1 Pangkalpinang
“Tekanan sosial digital, kecanduan gawai, maraknya penyebaran hoaks, hingga gangguan psikologis menjadi tantangan serius yang harus diwaspadai oleh remaja saat ini,” ujar narasumber Founder Voltin Community, Sandri, S.Pd. saat memaparkan materi.
Duta Generasi Berencana Bangka Selatan 2025–2026 ini juga menekankan pentingnya profil ‘Remaja Hebat di Era Digital’. Karakteristik ini merujuk pada pemuda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dalam menyaring informasi, cerdas mengelola emosi di ruang siber, dan fokus mengembangkan potensi diri untuk melahirkan karya-karya positif.
Selain itu, fenomena psikologis seperti Fear of Missing Out (FOMO), ancaman cyberbullying, serta dampak buruk dari penggunaan teknologi yang berlebihan (overuse) turut dikupas tuntas di hadapan para siswa.
Menyoroti aspek kesehatan mental (mental health), Sandri menjelaskan bahwa tingginya aktivitas di dunia maya kerap memicu kecenderungan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang tampak sempurna di media sosial. Ekspektasi semu ini dinilai rentan memengaruhi kondisi psikologis remaja.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, narasumber membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan oleh siswa sehari-hari yaitu dengan mengatur waktu penggunaan gawai secara bijak, mengambil jeda atau istirahat secara berkala dari media sosial, memprioritaskan interaksi dan hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekitar, dan berani bercerita atau mencari bantuan profesional jika mulai merasa tertekan.
Para siswa MTsN 1 Pangkalpinang terlihat antusias, terutama saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab.
Melalui agenda edukasi ini, HIMA BKPI berharap para peserta dapat tumbuh menjadi generasi digital yang tidak hanya aktif secara visual, tetapi juga cerdas memanfaatkan teknologi demi menyongsong masa depan yang lebih berprestasi. (rilis HIMA BKPI IAIN SAS Babel)
