Melalui Program KKN-PPM, 29 Mahasiswa UGM Siap Mengabdi di Bangka Selatan
Di sektor pertanian dan peternakan, upaya optimalisasi potensi lokal yang dilakukan mahasiswa di antaranya: sosialisasi pemanfaatan bahan alami sebagai desinfektan kandang, pemberian obat cacing pada ternak, sosialisasi penyimpanan hasil pertanian, pelatihan pembuatan susu jagung, pengenalan teknologi fermentasi kotoran sapi sebagai pupuk organik, pemasangan set fly trap sebagai upaya mengurangi resiko fly borne disease, pengenalan tanaman tahan pH masam, dan peningkatan higiene kandang ternak dan biosekuriti.
Pada pengembangan pendidikan, dilakukan dengan sasaran siswa Sekolah Dasar (SD), Siswa Menengah Pertama (SMP), Siswa Menengah Atas (SMA), dan anak-anak lingkungan sekitar desa yang meliputi: sosialisasi deteksi boraks pada bakso menggunakan indikator kertas kunyit, kebun cilik pintar, kelas kewirausahaan dan pengolahan hasil pertanian, peta cita-cita, LED untuk energi terarah dan ramah lingkungan, kenali kesehatan reproduksi, serta penerapan konsep sifat koligatif larutan melalui eksperimen pembuatan es krim.
Selanjutnya, optimalisasi di bidang kesehatan difokuskan pada tindakan preventif terhadap penyakit dan mengoptimalkan status kesehatan. Program dibidang ini mendukung praktik penggunaan Mobile JKN, pemahaman terhadap gizi seimbang dari pangan lokal desa dan cegah stunting, penyediaan stand check kesehatan masyarakat, edukasi logo obat, pengelolaan logistik obat di Puskesmas, serta pendampingan obat aman di rumah bagi lansia.
Pada sektor lingkungan dan peningkatan fasilitas masih terbatas, mahasiswa merancang pemanfaatan energi surya sebagai penerangan jalan, optimalisasi sinyal seluler, pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin rumah tangga, pembuatan peta visualisasi perubahan iklim yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal, menyediakan cahaya reflektif tanpa energi listrik untuk keselamatan jalan, pengelolaan web profil desa, digitalisasi toko pertanian dan UMKM, pembuatan masterplan 3D ruang terbuka hijau, dan sosialisasi pembuatan solar dryer dengan pemanfaatan efek rumah kaca.
Perancangan program KKN-PPM Tim Junjung Pulau Besar dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan berbagai perangkat pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, perangkat desa, dan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) Bangka Belitung. Koordinasi yang intensif ini, menjadi pondasi dalam menyelaraskan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan KKN-PPM tidak hanya menjadi sarana pengabdian namun mampu mencapai visi pengoptimalan potensi lokal yang berkelanjutan. (rilis Tim KKN UGM)
