Penulis sebagai warga Bangka Belitung tentu punya impian tinngal di tempat yang sejuk dan asri  dan saya rasa semua warga bangka belitung seperti itu. Di setiap obrolan di kedai kopi atau pasar malam, pasti ada yang ngomongin “(saya) pengin punya taman yang teduh, tempat jalan‑jalan sore bisa jalan kaki, anak‑anak bisa main tanpa takut kepanasan”. Impian ini sederhana, tapi kok jadi terasa jauh? Kita butuh ruang terbuka hijau yang bukan cuma sekadar potong‑potongan rumput di pojok jalan, tapi benar‑benar area yang punya pepohonan besar, bangku yang nyaman, dan sistem irigasi yang jalan baik.

Kita juga mau udara yang sejuk, nggak panas yang terus terang, sekarang rata‑rata suhu di Bangka Belitung sudah naik sekitar 1‑2 derajat Celsius dalam sepuluh tahun terakhir. Itu bukan buntut dari El Niño doang, itu juga karena kurang pohon yang menyerap karbondioksida dan menyediakan oksigen.

Baca Juga  Tantangan dan Peluang Unik dalam Mengelola Organisasi Pemerintah

Jadi apa sih yang harus kita lakukan sebagai warga Bangka Belitung?

Jawabannya sangat simple, Selamatkan yang masih ada lindungi setiap ruang hijau yang tersisa, jangan sampai ada investor yang bisa beli dan ubah jadi gedung. Bentuklah tim warga yang siap jaga dan laporkan kalau ada pihak yang mau reklamasi illegal.

Buat regulasi ketat kalau pemerintah daerah mau maju, wajibkan setiap pengembang buat menyediakan ruang hijau minimal 30% dari luas lahan yang dibangun. Sanksinya harus tegas, agar tidak ada yang akal‑akal curang.

Dan juga menurut saya harus ada edukasi dari kecil seperti, melibatkan anak‑-anak di sekolah untuk belajar tentang pentingnya ruang hijau. Mereka akan jadi generasi yang lebih sadar dan nggak malesin menanam pohon. Serta kita harus bisa memanfaat kan teknologi yang ada sekarang ini sekarang banyak aplikasi yang bisa memantau kualitas udara dan kelembaban tanah. Dengan data yang terbuka, warga bisa berpartisipasi aktif dan mendesak pemerintah buat bertindak cepat.

Baca Juga  ATM BRI di RSUD Depati Hamzah Diduga Dibobol Pencuri

Kita nggak mau jadi “kota panas”

Kita semua punya direito untuk dapat udara sejuk dan lingkungan yang asri. Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya bisa menonton video taman di YouTube, karena yang asli sudah tak tersisa. Mari kita gebrakin bareng‑bareng, mulai dari RT/RW kita masing‑masing, dari menanam satu pohon di halaman, dari jaga ruang terbuka yang ada sekarang.

Ingat, kalau kita diam saja, besok-besok yang susut itu bukan hanya taman, tapi juga mimpi kita akan sejuk dan asri. Sekarang atau tidak sama sekali. Ayo, selamatkan ruang terbuka hijau di bumi Melayu, especially di Bangka Belitung, sebelum pupus sama sama kita!

Baca Juga  Pentingnya Pendidikan Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Era Digital

Salam Hijau