Senada, Lurah Sungailiat, Khoiri, menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Ia mengapresiasi PT TIMAH yang telah melibatkan warga nelayan sebagai peserta dan memilih lokasi pelatihan yang dekat dengan komunitas sasaran.

“Program ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis hasil laut. Kami berharap ke depan pelatihan serupa dapat diperluas dengan materi pengemasan dan pemasaran sehingga produk lokal memiliki daya saing yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Dina Maria, salah satu pengelola Getas Afifah, mengaku senang dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada teknik pengolahan ampiang dan kericu yang berpotensi menjadi produk usaha rumahan.

Baca Juga  Optimalkan Kinerja Keuangan dan Tata Kelola, Laba PT Timah Tembus Rp1,31 Triliun

Menurut Dina, para peserta cukup cepat memahami proses pembuatan produk karena sebagian besar sudah terbiasa mengolah hasil laut dalam kehidupan sehari-hari.

“Peserta sangat antusias dan hasil olahan yang dibuat sudah cukup baik. Dengan terus berlatih dan mengembangkan kualitas produk, hasilnya berpotensi untuk dipasarkan dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” jelasnya.

Antusiasme juga disampaikan oleh salah satu peserta, Siti Fatimah, warga Lingkungan Nelayan II. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui pelatihan tersebut.

Siti mengatakan, selama ini dirinya hanya mengolah hasil laut menjadi pempek dan kerupuk untuk konsumsi keluarga. Melalui pelatihan ini, ia memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan ampiang dan kericu yang berpotensi menjadi produk usaha.

Baca Juga  PT Timah Raih Penghargaan Top Human Capital Awards 2024

“Alhamdulillah kami mendapatkan ilmu baru yang bisa dipraktikkan di rumah. Ke depan tidak menutup kemungkinan hasil olahan ini bisa kami jual, baik secara kelompok maupun mandiri untuk menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.
Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. (*)