Sepriady menekankan pentingnya peran perwakilan daerah dalam memediasi berbagai pelanggaran atau sengketa hukum yang membatasi hak masyarakat, seperti sengketa agraria dan perselisihan antara pekerja dengan perusahaan.

Usai merampungkan studi di Aceh, delegasi PPM Babel dijadwalkan langsung bertolak ke Jakarta untuk melakukan koordinasi lanjutan dengan Komnas HAM RI pusat.

Atas kelancaran agenda tersebut, Sapta Qodria menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, serta jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung atas bantuan akomodasi, transportasi, dan dukungan moril.

Sebagai tindak lanjut, PPM Babel berencana segera menemui Gubernur untuk mengoordinasikan hasil studi tersebut. Organisasi putra-putri veteran RI ini berkomitmen menciptakan terobosan baru berupa program pengembangan bisnis berbasis Hak Asasi Manusia di Babel.

Baca Juga  Kunjungi Aceh, Jenderal Purn Dudung Serahkan Bantuan Starlink

“Kami berharap terobosan bisnis berbasis HAM ini nantinya mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga mampu memberikan kontribusi kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat Bangka Belitung,” pungkas Sapta.