“Persiapan kami harus matang. Bukan cuma soal bahan-bahan, tapi sebelum bertanding tadi, saya sempatkan telepon orang tua dulu. Biar dapat dukungan, doa restu, sekaligus memastikan detail resepnya pas,” ujar Dalyansyah saat diwawancarai, Jumat (26/6/2026).

Menurut Dalyansyah, kompetisi memasak ini membutuhkan koordinasi dan pembagian tugas yang ketat, mulai dari mengiris bumbu hingga menjaga tingkat kematangan udang.

Pola kerja sama tersebut dinilai serupa dengan manajemen penyelidikan kasus yang biasa mereka lakukan di lapangan.Meski demikian, pihak Satreskrim menegaskan bahwa target utama keikutsertaan mereka bukan sekadar mengejar status juara, melainkan untuk memperkuat hubungan antarpersonel.

“Ini bukan tentang siapa juaranya atau siapa yang paling hebat memasak. Ini adalah momentum untuk membangun kebersamaan dan soliditas di internal Satreskrim Polres Bangka Barat. Kuncinya adalah kekompakan,” kata Dalyansyah.

Baca Juga  Kasat Reskrim: Pembebasan Tersangka Kasus Pasir Timah Ilegal di Mentok Tidak Benar, Kasus Masih Penyelidikan