Harganas ke-33: Wabup Debby Ajak Bangun Keluarga Tangguh demi Indonesia Emas 2045

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Bangka Selatan, Senin (29/6/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., selaku pembina upacara dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Debby membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji. Dalam pidatonya, Menteri menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Baca Juga  Pecah! Wali Band Getarkan Panggung Kemilau Pesona Bangka Selatan 2024

Menurutnya, di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat atau dikenal sebagai era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), keluarga dituntut menjadi benteng pertama dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga ancaman terhadap moral generasi muda.

“Keluarga yang tangguh bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Ketahanan keluarga menjadi fondasi penting agar bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” demikian disampaikan dalam pidato Menteri yang dibacakan Wabup Debby.

Selain itu, Menteri menekankan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki fase Bonus Demografi yang menjadi peluang emas untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

Baca Juga  Meriahkan HUT ke-18 Desa Permis, Wabup Debby Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan Membangun Desa

Untuk itu, pembangunan kualitas SDM harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui tiga pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual. Upaya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, penanaman nilai-nilai karakter, hingga terciptanya lingkungan keluarga yang harmonis menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi unggul.