Dalam pidato tersebut juga disampaikan pentingnya peran ayah dalam proses pengasuhan anak. Kehadiran ayah tidak hanya sebatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara emosional dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Menteri turut mengingatkan para orang tua agar bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan karakter, kemampuan bersosialisasi, hingga kesehatan mental generasi muda.

Selain itu, keluarga diharapkan menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, penguatan fungsi keluarga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak.

Baca Juga  30 Personel Polres Basel Naik Pangkat, Kasat Reskrim Resmi AKP

Diakhir pidatonya, Menteri mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen membangun keluarga yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh.

“Pemerintah akan terus menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada keluarga. Namun, keberhasilan pembangunan bangsa tetap bermula dari keluarga sebagai tempat pertama membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Wabup Debby saat membacakan pidato Menteri.

Menutup sambutannya, Wabup Debby berharap melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 ini, semangat membangun keluarga berkualitas semakin mengakar di tengah masyarakat sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.